INTISARI

Alfred A.M. Saleh, Hamam Hadi, Anis Fuad

Latar belakang: Dalam menjalankan program Penanggulangan Gizi diperlukan perencanaan yang baik. Selanjutnya untuk membuat perencanaan yang baik diperlukan keberadaan informasi /data permasalahan gizi yang memadai dan berkualitas di setiap tingkat administrasi, Pengambil keputusan di setiap tingkat menggunakan informasi yang akurat dan evidence base dalam menentukan kebijakannya. Untuk itu diperlukan sistem Pencatatan dan Pelaporan yang baik, tepat waktu dan akurat. Sistem informasi Program Gizi Masyarakat Propinsi Gorontalo mengacu pada sistem yang sudah ada yaitu berdasarkan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) dan Sistem PWS-GIZI di tingkat puskesmas dan Sistem Kewaspadaan Pangan Gizi (SKPG) kabupaten. Namun data Program Gizi yang tersedia di tingkat kabupaten/kota dan Puskesmas, banyak yang tidak lengkap (tidak tersedia dengan baik), atau kualitasnya kurang baik, ini disebabkan oleh lemahnya Sistem Pencatatan dan Pelaporan data Gizi dari Puskesmas

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menyusun prototipe Sistem Pencatatan dan Pelaporan Program Gizi yang berbasis web di Puskesmas pada Dinas Kesehatan Kota Gorontalo

Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif – kualitatif melalui pendekatan action research untuk mengekplorasi tahap per tahap dari pengembangan prototipe sistem informasi Program Gizi. Pemilihan metode ini didasarkan atas pertimbangan bahwa dalam pengembangan prototipe ini diharapkan adanya kolaborasi antara peneliti dengan klien (pengguna) sehingga fokus lebih terarah kepada kebutuhan pengguna

Hasil Penelitian: Pengembangan sistem dengan metode prototipe merupakan salah satu proses pembangunan Sistem yang bersifat eksperimental secara cepat dan murah, yang membutuhkan kerjasama antara pembuat sistem dan pengguna sistem dalam semua tahapan. Tahapan dalam pengembangan sistem ini adalah Identifikasi kebutuhan data-data program gizi yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mendalam. Perancangan sistem sesuai dengan kebutuhan pengguna yang meliputi tampilan dan konten, pelatihan dan ujicoba sistem dengan melakukan simulasi dan diskusi tentang keindahan tampilan, kejelasan huruf, dan mudah dimengerti dalam pengoperasian. Implementasi Prototipe dengan cara menginstall sistem dan pengguna mengoperasikan sistem. Uji kelayakan prototipe untuk mengetahui tanggapan pengguna kemudahan dalam operasionalisasi. Manfaat dari sistem ini adalah kemudahan dalam pemantauan program gizi.

Kesimpulan : Prototipe ini sudah sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pengguna serta memudahkan pengguna dalam pemantauan program gizi.

Kata Kunci : Pengembangan Sistem, Prototipe, Sistem Informasi Kesehatan